Minggu, 15 Maret 2009

Ibu Maafkan Anakmu


Mungkin pengalamanku ini juga di alami oleh teman-teman. Suatu ketika pada waktu aku mau berangkat sekolah, setelah selesai sarapan tanpa langsung mencuci piring bekas aku pakai. Aku setengah berteriak berkata “, Ibu, jatah uang sakuku Rp. 2000,-, terus uang naik bis PP Rp. 1500,-, uang makan Rp. 3000,- jadi totalnya Rp. 6500,-. Mana Bu, aku keburu telat nih…”.

Kulihat Ibu baru mencuci piring bekas sarapanku tadi, dan aku tak memperdulikan pada waktu itu. Yang ada di otakku hanya uang jajanku terpenuhi. Setelah Ibu selesai mencuci piring, dengan sabar Ibu berkata,” Nak, pernah gak kamu berpikir? 9 bulan 10 hari aku merawatmu dalam kandungan dan itu Ibu lakukan GRATIS, setelah kamu lahir Ibu menyusuimu itu juga Ibu lakukan dengan GRATIS, makanan yang kamu makan selama ini juga Ibu berikan dengan GRATIS, pakaian bagus yang kamu pakai juga Ibu berikan dengan GRATIS,”.
Setelah Ibu berkata itu kepalaku tertunduk dan tanpa terasa air mataku jatuh membasahi pipiku.
Aku merasa bersalah dengan Ibu selama ini, ucapanku yang kuanggap biasa ternyata tanpa aku sadari telah melukai perasaan Ibuku. Dan selama ini aku Ibu tidak pernah mempedulikanku ternyata, disaat aku jauh Ibu selalu mencemaskanku dan di saat aku pergi sampai pulang larut malam ternyata Ibu tidak bisa tidur sebelum aku pulang ke rumah. Selama ini aku berfikir, bahwa terkesan membiarkan aku ternyata salah tiap hari siang dan malam ternyata Ibu selalu memikirkanku dan memikirkan masa depanku kelak. Saat ini aku sangat merindukan Ibu, ingin memeluknya dan mengucapkan,” Ibu, Maafkan Anakmu”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan berkomentar disini tapi yang bersifat membangun ya, dan jangan menggunakan kata-kata kasar. terima kasih telah mengunjungi blog saya.